Rabu, 30 Maret 2011

Einstein, Kuda Terkecil di Dunia


Seekor kuda berukuran kerdil, yang diberi nama Einstein, memiliki berat hanya 2.8 kg dan tinggi 35.5 cm. Einstein, yang lahir 22 April 2010 di sebuah peternakan di wilayah Barnstead, New Hampshire, dinobatkan sebagai kuda terkecil di dunia.



seperempat dari ukuran seekor anjing



Read more »

Kaskus Tambah 250 Server


Di tengah maraknya bisnis online yang kompetitif, Kaskus Network melakukan ekspansi dengan menggandeng perusahaan lokal Global Digital Prima (GDP), sebuah perusahaan yang bergerak di industri digital dan konten Media.

“Keputusan manajemen untuk berekspansi tidak lain adalah untuk memperbesar network Kaskus agar bisa bergerak lebih agresif dari tahun ke tahun,” kata Ken Dean Lawadinata, Chief Executif Officer Kaskus Network, di Jakarta, 9 Maret 2011.

Menurut Ken, tahun 2011 Kaskus akan melakukan ekspansinya baik dari segi infrastruktur, sumber daya manusia, dan jaringan bisnis dalam upayanya menjadi situs terbesar di Indonesia serta menjadi pemain global dalam industri internet dunia. Pada kesempatan ini Kaskus juga mengumumkan patner barunya dalam upaya ekspansi bisnis.

“Kaskus akan fokus untuk menuju Social Commerce dengan menyempurnakan Forum Komunitas dan Forum Jual Beli  serta mengitegrasikan sebagai network berbasis citizen journalism dan online trading,” ucap Ken.

Kehadiran partner baru ini, kata Ken, sama sekali tidak mengubah tatanan kebijakan maupun struktur manajemen.

Sementara itu, ditengah ekpansinya Kaskus akan meningkatkan kualitas konten yang terdapat di forum kaskus dengan menghadirkan kontributor ahli serta menambah jumlah forum sesuai dengan tren dan kebutuhan user. “Jadi kalau user ingin konsultasi masalah apapun, kita sediakan kontributor ahli tinggal klik aja,” ucap Ken.

Selain itu, Kaskus juga akan mengintegrasikan KasPay (Sistem Pembayaran online dari Kaskus) sebagai salah satu alat pembayaran yang digunakan di FJB, dan KasAds (pemasangan iklan) yang mampu menjangkau semua calon pengiklan, khususnya UKM yang tidak memiliki budget besar.

“KasAds juga akan membidik retail market, di mana KasKus akan bekerja sama dengan situs lokal untuk membantu mereka lebih berkembang,” ucap Ken.

Untuk menunjang itu KasKus menargetkan pertambahan server dua kali lipat hingga 250 server dan melakukan rekrutmen tenaga kerja kurang lebih 80 personel. “Sekitar US$500.000 sudah kita siapkan untuk server,” ucap Ken.
Read more »

Akses ICT Indonesia Kalahkan India

Walaupun dikenal sebagai salah satu negara dengan jumlah pengguna ponsel terbesar, ternyata India merupakan negara yang termasuk memiliki kesenjangan digital terbesar di dunia.
Dari riset teranyar yang dilakukan oleh firma MapleCroft, India bahkan dinyatakan sebagai negara yang memiliki tingkat kesenjangan yang paling buruk di antara negara-negara BRIC (Brasil, Rusia, India, dan China.
Seperti dikutip dari situs Pluggd.in, di antara negara-negara BRIC, India merupakan negara yang memiliki tingkat kesenjangan digital tertinggi, yakni berada di posisi ke-39. Sementara itu, Rusia yang berada di posisi ke-134, Brasil (110), dan China (103), merupakan negara-negara yang termasuk dalam kategori 'medium risk' atau risiko menengah.
Untuk menentukan indeks kesenjangan digital sebuah negara, penelitian ini menghitung beberapa indikator yang meliputi jumlah pelanggan ponsel dan broadband, jaringan telepon tetap (fix), jumlah pengguna komputer PC dan TV, pengguna internet dan server internet yang aman, bandwidth internet, pendidikan menengah, dan tingkat buta huruf.
Riset ini menempatkan Belanda sebagai negara terbaik dalam hal akses telematika dengan menduduki posisi ke-186. Setelah itu disusul oleh Denmark (185), Luxemburg (184), dan Inggris (182). 
Sementara itu, walaupun MapleCroft tidak merilis peringkat Indonesia pada daftar kesenjangan digital itu, namun, dari indeks informasi peta dunia yang dikeluarkannya, terlihat bahwa kesenjangan digital di Indonesia masih lebih baik daripada India. 
Dalam peta tersebut, tanda legenda Indonesia berwarna oranye atau berkategori high risk (risiko tinggi), sama dengan posisi Filipina atau Thailand. Sedangkan India berwarna merah atau masuk dalam kategori extreme risk alias risiko ekstrim. 
Sementara itu, Malaysia memiliki kondisi yang lebih baik karena tergolong dalam kelompok medium risk (warna kuning oranye muda)
Read more »

 
Powered by Blogger