Jumat, 10 Juni 2011

Ini yang Bikin Perokok Badannya Kurus

Tanpa disadari orang yang merokok umumnya memiliki berat badan lebih kurus dibanding yang non-perokok. Hal ini ternyata dipengaruhi kandungan nikotin di dalam rokok yang bisa mengganggu perilaku makan.

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Yale University, Amerika Serikat telah menemukan penyebab orang yang merokok memiliki berat badan lebih kurus dan akan menjadi gemuk setelah ia berhenti merokok yaitu pengaruh dari nikotin.

Kondisi ini yang kadang membuat beberapa orang tidak mau berhenti merokok, karena akan membuat berat badannya meningkat jadi gemuk. Padahal mencegah obesitas dengan merokok hanya akan memberi efek yang sangat kecil, tapi akan memberikan banyak kerugian.

"Para perokok rata-rata memiliki berat badan yang 2,5 kg lebih ringan dibandingkan dengan non-perokok," ujar ketua studi Profesor Marina Piccotto, seperti dikutip dari ABC.net.au, Jumat (10/6/2011).

Dalam studi ini peneliti memberikan nikotin pada tikus setiap harinya selama 30 hari dan menemukan bahwa tikus tersebut menjadi berkurang asupan makanannya sebesar 50 persen dan kehilangan lemak tubuh sebesar 15-20 persen lemak tubuh.

Pada studi sebelumnya telah ditunjukkan efek nikotin dalam otak yang bisa mengikat reseptor beta 2 yang memang bertanggung jawab terhadap keinginan yang kuat sehingga membuatnya menjadi ketagihan.

Namun Prof Piccotto secara signifikan menemukan pengaruh nikotin terhadap reseptor beta 4 yang terdapat di sel-sel saraf pada wilayah otak hipotalamus yang dikenal berperan pada perilaku makan.

"Reseptor ini sebenarnya tidak diperuntukkan bagi nikotin, tapi untuk asetil kolin, yaitu suatu neurotransmitter yang terlibat dalam sejumlah proses termasuk untuk aktivasi otot," ungkapnya.

Pengaruh nikotin terhadap reseptor beta 4 tersebut yang bisa menekan nafsu makan seseorang sehingga membuat tubuh perokok lebih kurus dibanding non-perokok. Hal ini semakin menambah dampak negatif dari rokok terhadap kesehatan.
Read more »

Kapal Pesiar Bertenaga Surya Terbesar di Bumi

Kapal ini adalah kapal pesiar bertenaga surya terbesar di dunia. Kapal itu, kini tengah berkeliling dunia untuk memecahkan rekor sekaligus mengkampanyekan penggunaan energi terbarukan.
Nama kapal itu Tûranor PlanetSolar, diambil dari novel JRR Tolkien Lord of the Rings, yang artinya adalah 'tenaga Matahari'.
Seperti dilansir dari situs DailyMail, kapal yang memulai misinya dari Monaco sejak 27 September 2010 itu sepenuhnya mengandalkan tenaga surya.
Kapal ini memiliki panjang tubuh hingga 31 meter, dan mampu mengangkut hingga 40 penumpang. Sementara panel suryanya terbentang hingga lebih dari 500 m persegi. Panel itu harus menggerakkan dua motor listrik.
Bentuknya sengaja didesain memiliki dua 'kaki', untuk memenuhi aspek aerodinamika dan hidrodinamika, sehingga kapal itu  bisa berlayar dengan kkecepatan hingga secepat 14 knot atau sekitar 26 km per jam.
The Toranor PlanetSolar yacht arrives on its first Australian stopover at Riverside Centre Pontoon, Brisbane, today. The company claims that the yacht will be the first fully solar-powered vessel to circumnavigate around the world.
Kapal itu sudah sempat menyambangi berbagai tempat seperti Miami, Cancun, ketika berlangsung konferensi mengenai iklim dunia, serta Kepulauan Galapagos di Samudera Pasifik. Kini, ia tengah berada di Australia.
Bila misinya sukses, kapal yang dibangun dengan ongkos senilai US$12,5 juta, sekitar Rp 107 miliar, tersebut akan menjadi kapal pesiar pertama yang sukses mengelilingi bumi, murni mengandalkan tenaga surya.
Read more »

Hujan Salju Turun di Musim Panas

Orang mungkin bertanya-tanya. Bagaimana di akhir musim semi menjelang musim panas, di kawasan tropik bisa turun hujan salju? Ternyata itu bukanlah hal yang tidak mungkin terjadi.

Sebagai contoh, menurut sejumlah pakar, hujan salju bulan Juni di Mauna Kea, salah satu gunung yang ada di kepulauan Hawaii merupakan hal yang sangat langka. Namun bukanlah tidak dimungkinkan. Namun demikian, hujan salju yang terjadi di minggu pertama Juni 2011 ini merupakan yang pertama dalam waktu sekitar 30 tahun terakhir.

“Badai salju terkait dengan udara dingin dari atmosfir atas yang turun ke ketinggian menengah,” kata Steven Businger, Chief Meteorologist dari Storm Evolution and Energetics Research, University of Hawaii Manoa, seperti dikutip dari Life’s Little Mysteries, 9 Juni 2011.

Saat daratan menjadi panas karena disinari matahari, udara di permukaan mulai naik. Saat udara hangat tersebut bertemu dengan udara dingin di bagian atas atmosfir, maka muncul badai petir dan salju. “Ini biasa terjadi, tetapi biasanya di musim dingin, bukan musim panas,” kata Businger.

Menurut Businger, alasan mengapa salju turun di musim panas sendiri adalah karena tingginya permukaan tanah di puncak gunung Mauna Kea. “Perlu diingat, tinggi Mauna Kea mendekati 4.200 meter. Jadi, temperatur di puncak itu umumnya sangat dingin sepanjang tahun,” ucapnya.

Businger berpendapat, berhubung temperatur harian di puncak gunung itu antara April sampai November berkisar -17 sampai 15 derajat Celcius, turunnya salju di musim semi dan musim panas termasuk hal yang relatif normal.

Adapun ketebalan salju yang menyelimuti puncak gunung Mauna Kea, salah satu gunung berapi di Hawaii mencapai sekitar 15 sentimeter. “Salju menyelimuti kawasan yang cukup luas, namun umumnya kawasan yang berada di ketinggian di atas 3.600 meter,” kata Ryan Lyman, klimatolog yang bertugas di Mauna Kea Weather Center.
Read more »

Jelajahi Dasar Laut Lewat PC Kini Makin Detil

Para penggemar penjelajahan bawah laut lewat komputer kini dapat memantau dasar laut dalam detil yang lebih bagus dibanding sebelumnya. Hal ini dimungkinkan setelah Google menggunakan metode sintesis baru dalam menggambarkan topografi dasar laut di Google Earth.

Metode yang dikembangkan oleh para oceanographer asal Lamont-Doherty Earth Observatory Columbia University itu menggunakan data ilmiah yang dikumpulkan dari penjelajahan riset yang telah dilakukan sebelumnya.

Bila dulu resolusi bawah laut mencakup area seluas satu kilometer, kini ‘foto’ bawah laut dapat kita lihat dalam kawasan yang seluas hanya 100 meter saja.

“Meski kita sudah mengetahui betapa pentingnya peran samudera bagi kehidupan di permukaan Bumi, namun permukaan dasar laut sangat tersembunyi dalam kegelapan dan tidak dapat dipetakan dengan baik,” kata William Ryan, oceanographer asal Lamont-Doherty yang membuat sistem untuk menghasilkan gambar-gambar tersebut.

Dikutip dari Physorg, 10 Juni 2011, Ryan menyebutkan, jika permukaan planet bisa difoto dengan mudah menggunakan pesawat atau kamera dari satelit, untuk menangkap detail permukaan bawah laut membutuhkan kunjungan langsung ke setiap titik menggunakan kapal laut.

“Resolusi 100 meter per gambar saat ini masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan resolusi foto pada permukaan tanah, yang di kawasan tertentu bisa mendapatkan detail hingga hitungan centimeter,” ucap Ryan.

Penjelajah kini bisa menggunakan fitur “ground level view” dari Google Earth untuk menuju ke permukaan dasar laut dan melihat seperti apa rupa kawasan yang dimaksud. Untuk melihat kawasan dengan detail lebih tinggi, pengguna bisa mendownload plugin Columbia Ocean Terrain Synthesis.

Plugin ini menyediakan layer tambahan terhadap gambar-gambar Google Earth konvensional yang menunjukkan jalur yang telah diambil kapal penjelajah untuk mendapatkan gambar dengan resolusi lebih baik.
Read more »

 
Powered by Blogger