Selasa, 29 Maret 2011

Symantec: 80% Email Di Dunia Merupakan Spam

ka dalam dunia perekonomian dikenal singkatan BRIC yang mrupakan kependekan dari Brazil, Rusia, India, dan Cina. Empat negara tersebut merupakan pemimpin pasar berkembang.  Hal serupa ternyata berlaku pula dalam tren pertumbuhan spam. Dalam laporan Spam & Phising Report terakhir, empat negara itu juga jadi pemimpin pasar.

“Kita tahu BRIC adalah pemimpin negara berkembang dan menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa,” kata juru bicara Symantec, seperti dikutip dari Info Security Magazine, 28 Maret 2011. “Negara ini juga menunjukkan pertumbuhan yang cepat dalam broadband Internet,” ucapnya.

Pertumbuhan dalam penggunaan broadband membuat negara-negara tersebut rentan terhadap botnet, sebuah jaringan komputer yang terinfeksi.

“Terbukti, selama bulan Februari, Symantec mencatat bahwa volume spam rata-rata harian naik hingga 8,7 persen,” sebut juru bicara Symantec. “Kenaikan rata-rata spam harian itu merupakan yang pertama terjadi sejak Agustus 2010,” ucapnya.

Secara keseluruhan, Symantec mencatat, spam menyumbang sebesar 80,65 persen dari keseluruhan email di bulan Februari. Bandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 79,55 persen. Namun demikian, tren itu telah diperkirakan sebelumnya.

Selain peningkatan jumlah spam, bulan lalu terjadi pula peningkatan jumlah phising, tepatnya mencapai 38,56 persen. “Peningkatan phising khususnya terjadi di beberapa sektor seperti pada penggunaan toolkit otomatis dan domain unik,” sebut Symantec.

Sebagai informasi, jumlah website phishing (penipuan) yang dibuat dengan toolkit otomatis meningkat sekitar 50,33 persen. Website phising dengan URL unik naik 33,73 persen. Adapun website jahat yang menggunakan domain IP (angka-angka) turun sebesar 47,22 persen.

Dari laporan juga terungkap bahwa terjadi lonjakan yang signifikan terhadap jumlah situs phising yang menggunakan bahasa di luar Inggris. Angkanya mencapai 76,51 persen. Di antara situs phishing non-Bahasa Inggris, situs berbahasa Portugis, Perancis, dan Spanyol merupakan yang terbanyak.
Read more »

XPERIA X10 Dapat Update OS Gingerbread

Bagi Anda pengguna Sony Ericsson XPERIA X10, kami punya kabar baik. Baru-baru ini, perusahaan patungan antara Sony dan Ericsson itu mengumumkan ketersediaan update sistem operasi Google Android versi 2.3 (Gingerbread) untuk smartphone Android yang lawas itu.

Meski belum tersedia, setidaknya Sony Ericsson telah memajang pengumuman tersebut di blog resmi mereka bertajuk Sony Ericsson Product Blog, yang dikutip VIVAnews dari GSM Arena, Senin 28 Maret 2011.

Rikard Skogberg, sosok pertama yang menyebarkan info bahagia ini ke dunia, mengatakan bahwa pengalaman merilis XPERIA arc dan XPERIA neo membantu para insinyur di Sony Ericsson dalam mengerjakan update OS Gingerbread untuk X10.

Skokberg juga mengaku, inisiatif perusahaan untuk menghadirkan update OS Gingerbread ke XPERIA X10 berangkat dari permintaan pelanggan penggunanya. Secara teknis, wacana ini nampaknya memang sedang direalisasikan. Selama ini, pengguna XPERIA X10 hanya menikmati OS Android 2.2 alias Froyo dengan fungsi multitouch.

Jika tidak ada halangan, Sony Ericsson berencana merilis update OS Gingerbread tersebut mulai musim panas, sekitar kuartal ketiga tahun ini (Juli - September). Namun, kemungkinan akan ada keterlambatan di beberapa jaringan operator. Bagi yang membli paket non-bundling operator, update ini akan berjalan dengan semestinya.

Sony Ericsson Xperia X10"Singkatnya, kami berencana mengantarkan software, fungsi, dan pengalaman smartphone XPERIA baru di tahun 2011 ke perangkat XPERIA X10. Ambisi kami adalah menyediakan fungsi mayor Gingerbread, termasuk User Experience dan fitur-fitur," kata Skogberg.

Di samping itu, fungsi-fungsi software yang ada sekarang akan raib. Aplikasi kamera X10 nantinya akan disesuaikan dengan standar UI Gingerbread. Mediascape akan digantikan oleh widget-widget media terbaru dari Sony Ericsson, seperti halnya arc, neo, dan Play.

Sementara itu, aplikasi Backup and Restore akan hilang lantaran Gingerbread sudah tidak mendukung fungsi tersebut.

Bagi Anda pengguna XPERIA X10, notifikasi tentang ketersediaan update OS Gingerbread ini tidak akan melalui SMS atau melalui jaringan nirkabel, melainkan ketika X10 ditancapkan ke PC anda yang sedang terhubung Internet.
Read more »

Asus Transformer, Tablet Android 3.0 Perdana

Asus secara resmi meluncurkan Eee Pad Transformer, yaitu tablet PC perdana Asus yang mengadopsi sistem operasi OS Android versi 3.0 atau dikenal dengan codename Honeycomb.

Jerry Shen, CEO Asus, mengatakan bahwa peluncuran Asus Transformer menjadi tonggak sejarah baru bagi perusahaan asal Taiwan itu setelah sebelumnya memperkenalkan Eee PC yang terbilang fenomenal.

"Eee Pad Transformer bukan tablet biasa. Ini akan menjadi tonggak sejarah baru di ranah Android. Kami menawarkan fitur-fitur terbaik dengan harga kompetitif," katanya di sela konferensi pers di Taipei - Taiwan, Selasa 28 Maret 2011.

Tablet PC anyar Asus ini mempunyai keunikan di sisi desain. Ia memiliki dock khusus untuk mengubah fungsinya seolah-olah seperti laptop atau notebook. Sehingga, fitur edit dokumen lumayan agak terpakai di tablet ini.

Rancangan unik full-size QWERTY keyboard docking station menawarkan dua port USB, SD card reader dan penambahan daya tahan baterai hingga 16 jam.

Selain itu, Eee Pad Transformer juga dilengkapi IPS Panel yang tangguh dan anti gores, dual camera, dan telah didukung Adobe® Flash® 10.2, fitur yang tidak dipunyai Apple iPad 2.

Asus saat ini membuka pembelian melalui pemesanan (pre-order) Eee Pad Transformer sejak tanggal 25 Maret 2011 di Taiwan, dan konsumen diharapkan dapat menerima tablet setelah kurun waktu dua minggu. Peluncuran secara resmi di Inggris menyusul pada 30 Maret, dan kemudian Amerika Utara.

Asus Eee Pad Transformer datang dengan layar sentuh capactive sebesar Apple iPad, yakni 10,1 inci. Resolusi layarnya sebesar 1280 x 800 piksel, relatif tajam dan layak untuk mendukung OS Android 3.0 atau Honeycomb.

Asus memodali Eee Pad Transformer dengan dua opsi memori sebesar 512MB dan 1GB RAM. Selain itu, terdapat prosesor nVidia Tegra 2 SoC. Kemampuan ini dianggap cukup untuk mendukung kinerja tablet yang tersedia dengan 3 versi, yakni versi 16GB, 32GB, dan 64GB.

Di segi konektivitas, tablet setebal 1,2 cm dengan berat 680 gram ini dilengkapi dengan Bluetooth, Wi-Fi, USB 2.0, dan HDMI untuk memutar video HD 1080p di TV atau proyektor secara jernih. Soal harga, Asus mebanderolnya dengan harga mulai 400 pounds, setara Rp5,5 juta.
Read more »

Minggu, 27 Maret 2011

Optimus 2X: Revolusi LG di Ranah Ponsel Pintar

LG Optimus 2X memang tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta gadget Tanah Air, spesifikasinya yang tinggi memiliki daya pikat yang sulit ditolak. Seperti apa kesan pertama mencicipi ponsel ini?

Melalui Optimus 2X, LG memulai revolusi sebuah ponsel dengan membenamkan prosesor dual core di dalamnya. Namun ternyata di luar itu, produk ini juga miliki beberapa fitur lain yang memikat, semisal GPU Tegra 2, display menawan, dan kamera 8 megapixel dengan kemampuan merekam video dalam resolusi 1080p.

Nah, meski belum dirilis di Indonesia tetapi detikINET beruntung sudah bisa mencicipinya terlebih dahulu. Yuk, kita kupas satu persatu fitur di dalamnya.




Penampilan Sederhana

Meski memiliki jeroan yang super canggih, namun tampilan LG Optimus 2X terlihat sangat sederhana. Pada sekujur tubuhnya tidak terdapat embel-embel LG, yang ada hanya nama Google di bagian belakang.

Selain layar berukuran 4 inch dengan ketajaman warna luar biasa, di bagian depan ponsel ini tidak terdapat tombol fisik, yang ada hanya 4 touchpad dengan fungsi standart Android yakni Option, Home, Back dan Search.



Kesan ponsel multimedia juga kian dipertegas dengan port HDMI yang terletak di bagian atas, diapit dengan jack 3,5mm dan tombol Power. Sedangkan di samping kanan hanya terdapat 2 tombol volume, dan tidak ada tombol apa pun pada bagian kiri bodi.

Dua speaker yang diletakan pada bagian bawah, tampak serasi dengan port USB yang berada di antaranya. Keluaran suara melalui speaker ini juga terdengar lumayan. Cukup terasa output stereo-nya.

Di bagian belakang terletak sebuah kamera 8 megapixel yang mampu menangkap gamabr hingga resolusi 3264X2448 pixel. Oh ya, ponsel ini juga memiliki kamera 1,4 megapixel yang diletakan di depan.

Kualitas Kamera

Bicara mengenai kualitas kamera, LG Optimus 2X mungkin menjadi salah satu yang terbaik. Sebagai pengujiannya detikINET coba menjepret mobil yang tengah berjalan. Hasilnya? Luar biasa, ponsel ini mampu menangkap objek bergerak tanpa terdistorsi. Seperti hasil foto di bawah ini.



Hasil jepretan di luar ruangan sudah tidak perlu diragukan kualitasnya, sedangkan ketika dalam kondisi kurang pencahayaan, perlu beberapa penyesuaikan agar lebih optimal.

Untuk pengambilan video, ponsel yang diperkuat dengan Nvidia Tegra 2 ini mampu merekam hingga resolusi 1920X1080 pixel. Gambar yang cukup besar untuk ponsel di kelasnya. Namun sayang, video tersebut hanya bisa direkam dalam format 3gp, bukan MP4 atau format lain yang lebih berkualitas.

Selain itu ada beberapa fitur standar yang bisa digunakan dalam mengambil gambar, contohnya White Balance, Color Effect, Scene mode, pengaturan ISO dan lainnya.

Secara keseluruhan kualitas foto atau video memang terlihat baik, tapi sayangnya tidak ada tombol khusus kamera pada Optimus 2X.

Ok, itulah kesan pertama detikINET ketika menggunakan LG Optimus 2X. Pada tulisan selanjutnya akan dikupas lebih lanjut mengenai performa yang ditawarkan, hingga fitur apa saja yang ada di dalamnya. So, stay tuned.
Read more »

Google Mulai Uji Coba Layanan Musik

Karyawan Google dikabarkan sudah mulai melakukan uji coba layanan Google Music. Saat ini layanan itu baru tersedia untuk lingkungan internal mereka.

Google Music merupakan layanan streaming musik dari Google. Seperti dikutip detikINET dari TechSpot, Minggu (27/3/2011), saat ini layanan itu mulai bisa diakses oleh karyawan Google.

Dari sisi teknis, layanan itu kabarnya sudah hampir siap. Namun masalah utama Google adalah soal konten musik di dalamnya.

Google pun dikabarkan sedang melakukan negosiasi dengan pihak label. Namun upaya Google itu dikabarkan masih menemui banyak hambatan.

Gara-garanya, Google tak hanya meminta lisensi untuk mendistribusikan lagu. Mereka ingin menyediakan layanan Cloud yang memungkinkan lagu milik pelanggan disimpan di server Google.

Layanan serupa juga kabarnya sedang digodok oleh Apple melalui iTunes-nya. Belum ada kabar apakah Apple sudah mendapatkan lisensi tersebut.

Bila Google jadi masuk ke layanan musik digital, pihak label bisa jadi pihak yang diuntungkan. Ini karena adanya Google akan menyaingi Apple dan memberi label amunisi dalam tawar-menawar.

Belum ada keterangan resmi dari Google mengenai layanan Google Music.
Read more »

Sabtu, 26 Maret 2011

Apa Alasan Google Mengubah Logo Chrome?

Google mengumumkan perubahan logo browser Google Chrome. Logo baru itu nampak lebih 'halus' dibandingkan logo terdahulu.  


Google nampak tidak melakukan perubahan skema warna. Paduan merah, kuning dan hijau dengan lingkaran biru di dalamnya tetap jadi unsur utama.

Perubahan yang cukup mencolok adalah efek tiga dimensi pada logo lawas telah sama sekali ditinggalkan Google. Logo Chrome kini nampak elegan dengan tampilan 2D.

Nah, apa alasan Google melakukan perubahan itu? Desainer Google, Steve Rura, mengatakan perubahan itu demi menyesuaikan dengan filosofi Chrome sendiri.

"Karena Chrome dibuat dengan tujuan memberikan pengalaman web yang paling mudah dan tidak berantakan," kata Rura dalam blog resmi Google
Read more »

Jumat, 25 Maret 2011

Symantec Resmikan Kehadiran Norton 360 v 5.0

Symantec resmi menghadirkan Norton 360 v 5.0. Ini adalah versi terbaru dari paket keamanan komputer high-end dari Symantec.

Dalam keterangan yang diterima detikINET, Kamis (24/3/2011), Norton 360 disebut mampu menjadi piranti keamanan tanpa membebani kinerja PC.

"Kami telah merancang Norton 360 versi terbaru untuk memberikan sebuah paket program all-in-one yang mudah digunakan," kata Janice Chaffin, group president, Consumer Business Unit, Symantec.

Norton 360 v5.0 meraih skor perlindungan 100% dari Dennis Technology Labs. Hal ini sama dengan yang diraihnya pada Norton 360 v4.0 di 2010.

Fitur Norton 360 v5.0 mencakup Insight (perlindungan berbasis reputasi), SONAR 3 (perlindungan berbasis perilaku), Norton Power Eraser dan Norton Bootable Recovery Tool.

Norton 360 v5.0 mulai tersedia di Indonesia pada awal April 2011. Harganya mulai dari Rp 305.550 (1 PC) atau Rp 539.550 (3 PC). Harga tersebut adalah untuk edisi standar dengan langganan satu tahun.
Read more »

Fakta Menarik dari Intel Core Generasi Kedua

Pihak Intel di acara peluncuran prosesor Intel Core 2nd Generation, membeberkan beberapa fakta menarik mengenai produk andalan terbaru mereka tersebut.

"Keluarga prosesor generasi kedua Intel Core merupakan lompatan besar untuk teknologi Intel tahun ini," ujar Santosh Viswanathan, Chief Representative dari Intel Indonesia, di Jakarta, Kamis (24/3/2011).

Beberapa fakta menarik mengenai Intel Core generasi kedua yaitu:

- Pembuatan konten lebih cepat 42 persen, sementara untuk game 50 persen lebih cepat.

- Ada hampir ada 1 miliar transistor di dalam prosesor Intel Core generasi kedua.

- Dengan Intel Turbo Boost Technology di Intel Core generasi kedua, pengguna bisa menghemat waktu 4 jam dalam satu hari aktivitas penggunaan komputer.

- Transistor 3 nano meter yang dipasang pada chip baru Intel Core generasi kedua, bisa dimatikan dan dinyalakan lebih dari 300 miliar kali per detik.

- Jika dibandingkan mikroprosesor perdana Intel tahun 1971, Intel Core generasi kedua beroperasi 4.000 kali lebih cepat dan masing-masing transistor 4.000 kali lebih hemat energi.

- Prosesor Intel Core generasi kedua dicetak dengan menggunakan silikon murni, yang disuling dari pasir pantai. Makanya disebut sebagai 'Sandybridge'.
Read more »

Laptop Samsung Lebih Tipis dari MacBook Air

Jika Anda sedang berencana membeli MacBook Air, laptop tertipis buatan Apple, baiknya Anda tunda dulu. Kenapa?
Jika menginginkan MacBook Air karena desainnya yang sederhana dan ringkas, kami punya kabar baik. Samsung merilis laptop yang lebih ringkas dan lebih tipis ketimbang MacBook Air. Mungkin bisa menjadi pilihan lain selain MacBook.

Ingat konsep Samsung Series 9 yang sempat disinggung perusahaan Korea Selatan itu pada CES 2011 silam? Kita semua dibuat takjub. Tapi, kalau hanya berbicara saja itu mudah.
Sekarang, Samsung membuktikannya dengan menghadirkan laptop 13,3 inci yang ringan, tipis, dan prosesor yang lebih baik daripada MacBook Air.
jika semua tampak diminimalkan, tentu saja ada harga premium di balik itu semua. Ya, ini penting bagi Anda yang sedang menimbang-nimbang laptop tipis apa yang tepat. Samsung Series 9 versi termurah, yang dilengkapi prosesor Intel 1,4GHz Core i5-2537M, RAM 4GB, dan SSD sebesar 128GB dibanderol dengan harga US$1.649 atau setara Rp14,4 juta, kurang lebih US$50 lebih mahal dari MacBook Air termahal.

Tapi, seperti yang disebutkan di atas, kinerja prosesor MacBook Air jauh di bawah Samsung. Sebagaimana diketahui, laptop tertipis buatan Apple itu dilengkapi dengan prosesor Core 2 Duo 1,86GHz. Menunggu Samsung Series 9, atau Anda masih ingin membeli MacBook Air?
Untuk diketahui, Samsung Series 9 mulai hari ini akan tersedia di beberapa toko di AS. Belum ada keterangan terkait ketersediaannya di Asia atau Indonesia.
Di hari yang sama, Samsung juga mengumumkan akan menghadirkan laptop ultrathin berlayar 11,1 inci yang dipersenjatai dengan prosesor Interl Core i3-380UM, RAM 2GB, dan SSD 64GB. Namun, untuk yang satu ini, Samsung belum mau memaparkan harganya. Tapi, kabarnya, ia akan dibanderol di kisaran US$1.150 setara Rp10 juta.
Read more »

Generasi Penerus Alienware M11x R3

dell

Sejak diperkenalkan Dell beberapa waktu yang lalu, sosok Alienware M11x R3 yang menjelma sebagai kekuatan generasi laptop game terbaru di dunia saat itu telah menyita perhatian banyak orang khususnya kalangan industri game di manapun berada. Dan untuk lebih memenuhi keinginan para gamer sebagai sebuah perangkat game yang handal, Dell kabarnya baru saja menset ulang demi menyegarkan model yang ada dengan memperbaharui fitur dan spesifikasi yang selama ini melekat erat pada perangkat laptop game tersebut.
Menurut informasi yang dihembuskan Dell-Lab baru-baru ini, spesifikasi awal dari reinkarnasi model M11x berikutnya kabarnya kini telah terungkap. Berkaitan dengan itu ada yang cukup mengejutkan di sini, bahwasanya pihak Dell sendiri kabarnya telah memutuskan untuk menanggalkan dukungan Core 2 Duo yang dianggapnya sudah ketinggalan dan sebaliknya malah mengalihkan dukungannya pada processor Intel Sandy Bridge terbaru yang saat ini sedang naik daun.
Dan sebagai konsekwensinya, para pengguna nantinya akan disuguhkan beberapa pilihan dukungan processor yang ada, diantaranya Core i5-2537M dengan clock sebesar 1.4GHz, Core i7-2617M dengan clock sebesar 1.5GHz, ataupun Core i7-2657M dengan clock sebesar 1.6GHz. Adapun alasan dukungan terhadap processor terbaru ini dikarenakan processor-processor tersebut memiliki sistem pemrosesan dual-core dan dukungan Turbo Boost serta HyperThreading. Selain itu, juga memiliki TDP hanya sebesar 17W dengan perpaduan baterei 8 cell 63WHR yang ada sehingga bisa tahan lama dan cocok untuk menjalankan sesi permainan game yang dikenal bisa sangat ekstrim dan menghabiskan waktu yang tidak terbatas tentunya.
Sementara itu, mesin Alienware ini juga dilengkapi dengan fitur memori DDR3 1333MHz berkapasitas 8GB, berbagai pilihan HDD 7200RPM yang berkapasitas dari 250GB hingga 750GB atau SSD Samsung P810 berkapasitas 256GB, serta keberadaan konektivitas broadband WWAN 3G atau LTE/WiMax 4G.
Mengenai fitur tampilan layar, kabarnya juga dilengkapi dengan panel mengkilap white LED backlit berukuran 11.6 inci dengan resolusi 1366×768 pixels. Untuk model Alienware M11x yang ada sekarang mendapat dukungan GPU Nvidia GeForce 335M yang dipasangkan bersama-sama dengan buffer video berkapasitas 1GB. Sedangkan dukungan GPU pada model Alienware berikutnya kemungkinan akan dibesut dengan kartu grafis Nvidia seri 400 atau seri 500. Dan sayangnya sejauh ini belum diketahui informasi yang pasti tentang dukungan GPU tersebut.
Tampilan warna Alienware M11x ini kabarnya tetap akan didominasi dengan warna merah dan hitam yang sama seperti generasi sebelumnya. Meski diperkirakan baru akan nongol pada awal bulan April mendatang, tapi banyak orang memperkirakan kalau harga per unitnya kemungkinan tidak akan jauh lebih mahal daripada versi laptop Alienware yang ada saat ini. Nah, agar tidak terlalu penasaran maka ada baiknya kalau Anda menyimak fitur dan spesifikasi Alienware M11x R3 berikut, yang pernah dikutip oleh Dell-Lab beberapa waktu lalu:
* AC Adapter/Charger: 90W
* Baterei: 8-Cell 63WHr
* Tampilan Layar LCD: 11.6?, 1366×768, TrueLife glossy panel, White-LED backlight
* Pilihan memeori RAM: 1GB/2GB/4GB/8GB, 1333MHz, DDR3
* Pilihan dukungan processor: i5-2537M, 1.4GHz up to 2.3GHz
* i7-2617M, 1.5GHz up to 2.6GHz
* i7-2657M, 1.6GHz up to 2.7GHz
* Pilihan Hardisk: 250GB / 320GB / 500GB / 640GB / 750GB, SATA2, 7200rpm
* SSD: 256GB, SATA2, Samsung P810
* Pilihan Konektivitas Wireless: WWAN 3G, LTE/WiMax 4G
* Warna Pilihan: Red / Black, Soft Touch
* Sayang sejauh ini belum ada informasi rinci tentang keberadaan dukungan GPU.
Read more »

 
Powered by Blogger